Kamis, 12 Januari 2012

Untitled (Chapter 1)

Tempat rahasiaku (Flash), 3 Desember 2007

“Damned it” umpatku.
Rasanya kepala ini berat sekali.Malam ini aku terlalu banyak menenggak Chivas.

Aku sudah setengah sadar.Susah payah aku membawa Viper kesayanganku sampai ketempat rahasiaku.Anti bagiku pulang kerumah dalam keadaan seperti ini.Hanya akan menambah masalah saja.
Rumahku bukan lagi rumah bagiku.Rumah itu sudah seperti neraka bagiku.Tempat rahasiaku ini jauh lebih baik daripada “tempat itu”.

“Ayo, sedikit lagi” ucapku.
Aku berusaha bernapas dengan normal agar banyak oksigen yang bisa sedikit membantu menyegarkan otakku.Aku tertatih dan sedikit demi sedikit aku bisa melihat hamparan rumput berwarna hijau sama rdengan kumpulan bunga Fressia dan Krisan yang juga terlihat samar karena cahaya yang remang-remang.

Baru saja aku hendak menggapai rumput segar favoritku di tempatini, aku sudah dibuat shock olehnya.
Ya, ada seseorang disana.
“Oh, Shit! Gue lagi ancur begini ada orang lagi di tempat favorit gue. Sumpah cari mati aja nih orang” umpatku.
Aku masih berpikir dia pemulung atau semacamnya, dan aku hendak mengusir siluet manusia yang sudah tanpa ijin menempati tempat favoritku.Aku menyeret langkahku agar dapat melihat manusia yang sedang tidur di taman favoritku kemudian mengusirnya. Biar saja dia berpikir aku orang gila yang sedang mabuk.Aku lebih membutuhkan tempat ini daripada dia.

Akan tetapi langkahku terhenti oleh suara dari siluet manusia itu.Suara wanita.Dia mungkin terbangun.Baguslah aku tidak perlu buang-buang tenaga untuk membangunkan wanita itu.Sekarang saatnya mengusir wanita bodoh ini.Akan tetapi wanita itu justru hanya berkulik-kulik seperti kedinginan.Aku samar-samar mendengar dia menangis.Aku dekati wanita itu dengan kesadaran yang hampir mencapai limit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;