Senin, 06 Juni 2011

UNTITLED

oleh Aprilia N Fitrianti pada 25 Maret 2011 jam 0:35


AROGANSI dapat menghancurkan bahkan membunuh pribadi seseorang.

Kalimat di atas merupakan ikhtisar pengalaman saya tiga minggu yang lalu. Pengalaman hidup yang berakhir pada sebuah kekecewaan.


Manusia memang diciptakan satu paket dengan hawa nafsu. Nafsu untuk memenuhi kebutuhan sandang,pangan, papan, bahkan untuk mecapai kedudukan tertentu. “kedudukan tertentu” dua kata yang realisasinya terkadang berujung dipersimpangan jalan. Jalan baik dan jalan buruk.

Orang-orang akan berpikir kalau kita adalah orang yang sangat idealis ketika berpegang teguh pada hal baik. Namun, ketika seseorang memilih jalan yang buruk, orang-orang akan menghujat. Betapa sulit membedakan hal buruk dan baik. Tidak, membedakan baik dan buruk itu tidak sulit, manusialah yang sengaja mengaburkan batas pembeda hal buruk dan baik.

“kedudukan tertentu” itulah yang sedang diperebutkan seseorang, atau mungkin kelompok tertentu. Kedudukan yang dianggap prestigious oleh kelompok tersebut. Pesona “kedudukan tertentu” itu juga sempat berhembus lembut pada diri ini sehingga diri ini seolah tertarik pusaran arus nafsu yang menipu. “kedudukan tertentu” itu sangat kejam. Ia dicari orang kelompok tersebut, namun ketika Ia menyapa, pesonanya justru akan menenggelamkan, bahkan menghancurkan.

“Kedudukan tertentu” identik dengan kepercayaan. Amanah. Kepercayaan itu harus dipertanggungjawabkan terhadap diri sendiri,masyarakat, yang menitipkan amanah itu, bahkan terhadap “kedudukan tertentu” itu sendiri. Sungguh, mengerikan orang-orang yang mendambakan kedudukan itu padahal Ia sedang dibunuh pelan-pelan.

Mereka bangga. Mereka senang. Mereka tersenyum bahkan tertawa. Mereka berhasil mendapatkan “kedudukan tertentu” itu. Hanya dengan AROGANSI. Modal mutlak sebuah perundingan atau mungkin perebutan “kedudukan tertentu”. AROGANSI justru akan memudahkan mereka, bukan menghambat; memperkuat, bukan melemahkan.

Orang-orang yang berpikir justru menolak “kedudukan tertentu” bukan mengejar apalagi merampas. “Kedudukan tertentu” bisa MEMBUNUH, MENGHANCURKAN, bahkan MELEMAHKAN. Mereka yang tidak mengejar “kedudukan tertentu” justru harus berunding, berkomitmen, bahkan membuat perjanjian dengan “kedudukan tertentu” agar mereka tidak terbunuh, dihancurkan,bahkan dilemahkan.

Namun kelompok yang begitu mencintai AROGANSI berdalih ini demi kebaikan bersama. Ini dari kita dan untuk kita. Mereka tidak perduli konsekuensi. Mereka cinta dengan risiko tapi tidak mau mengatur jadwal mereka dengan kemungkinan risiko yang bisa mereka dapatkan. Mereka bahkan dengan ikhlas mengancam hanya demi memenangkan AROGANSI. Sungguh, mereka sudah dibutakan oleh “kedudukan tertentu”.

AROGANSI memang berkawan baik dengan “kedudukan tertentu”. Mereka bisa MEMBUNUH, MENGHANCURKAN, bahkan MELEMAHKAN. Akan tetapi, ada perbedaan mendasar diantara mereka. Selama kita bisa berunding dengan “kedudukan tertentu” , Ia tidak akan membunuh, menghancurkan, dan melemahkanmu. Namun, AROGANSI berperan seperti penyakit yang akan terus menggerogoti penderitanya hingga ia hancur pelan-pelan dan terbunuh.


Sayang… AROGANSI menunjukkan tajinya kali ini. Kelompok tertentu sudah berkawan dengan AROGANSI. Akhirnya seperti apa, saya tidak tahu. Biar waktu yang menjawab semuanya. Gandhi pernah berkata “Sebenarnya yang penting adalah tindakan, bukan buah dari suatu tindakan itu. Anda harus melakukan hal yang benar. Mungkin hal itu di luar kekuasaan anda, mungkin anda tidak akan mengetahuinya kelak, bahwa tindakan itu akan berbuah. Tetapi tidak berarti bahwa anda harus berhenti melakukan hal yang benar. Anda tidak akan pernah tahu hasil perbuatan anda. Tetapi kalau anda tidak melakukan apa pun, jelas tidak akan ada hasil sama sekali.” Mungkin, dengan cara seperti ini saya sudah bertindak selangkah lebih maju….Hanya dengan menulis….



"Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan"

~Soe Hok Gie~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;